top of page

Natural Skin Care : Apa Definisinya?

Banyak terjadi perdebatan soal definisi "natural skincare". Sayangnya, ada saja pihak-pihak yang ingin kelihatan lebih baik, lalu berusaha menjatuhkan pihak lain yang berbeda aliran atau "mazhab" . Padahal sebenarnya sama-sama berkategori natural. Nah, apakah menurutmu produk perawatan kulit yang natural itu 100% benar-benar dari alam? Menurutmu apa definisi "alami" yang sesungguhnya? Apakah semua yang buatan lab itu tidak bagus? Alia Helianthi Kardin, founder Natura Lova, mencoba menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu dalam DisWap Sahabat Natura Lova dengan mengambil referensi dari para ahlinya.


Natura Lova sendiri bermula dari membuat produk-produk yang 100% berbahan minyak, membuat sabun batang di tahun 2008 (jauh sebelum sabun artisan ataupun penggunaan essential oils beserta carrier oils-nya ngetren seperti sekarang!) hingga tahun 2020 kemarin mulai memformulasikan sabun cair baik dengan bahan dasar minyak maupun dengan surfaktan. Jadi bisa dibilang, hampir semua mazhab Natural Skin Care sudah dilakukan oleh Natura Lova.


Pada dasarnya bahan-bahan Natural dalam Natural Skincare terbagi menjadi 4 kategori. Kategori-kategori ini masih sering diperdebatkan di dalam komunitas skincare namun semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Apapun definisi yang akhirnya kamu pilih itu sepenuhnya tergantung kebutuhan dan preferensi kamu sendiri. Di sini perlu ditekankan kalau tidak ada pilihan kategori yang lebih baik dari yang lainnya, yang ada adalah pilihan yang terbaik untuk KITA SENDIRI. Yang terpenting adalah kita membuat pilihan itu didasarkan kesadaran dan pengetahuan yang kita miliki. Yuk, kita belajar bersama-sama!


Istilah “natural” atau “alami” sudah menjadi buzzword dan definisinya sendiri seringkali menjadi bias. Ada berbagai sudut pandang tentang apa definisi “alami”. Ada yang lebih Purists, ada yang lebih Pragmatis. Lorraine Dallmeir, yaitu Founder Formula Botanica - salah satu sekolah formulasi natural yang award-winning di dunia - menyebutkan bahwa ada 4 kategori atau mazhab tentang definisi Alami di dalam podcast Green Beauty Conversations.


1. PURIST

Pengikut mazhab ini selalu memastikan produk perawatan kecantikannya terbuat murni dari alam. Bahan-bahannya diambil langsung dari alam tanpa mengubah struktur kimianya. Contohnya: bunga telang kering, daun kelor kering/bubuk, susu dicampur keffir jadi masker keffir. Minyak-minyak juga merupakan salah satu contoh dalam kategori ini, baik itu carrier oil maupun minyak atsiri.


Pengikut mazhab PURIST menolak mengubah struktur molekul/kimia dari tanaman itu, dan hanya mengubah fisiknya saja (misalnya dari padat menjadi cair). Mazhab ini meyakini kalau produk yang alami (natural skin care) maka produk2nya harus murni dari alam. Banyak formulater natural skincare yang mengikuti mazhab ini karena selaras dengan prinsip dan preferensi mereka.


2. NATURALLY-DERIVED

Bahan-bahannya diambil dari alam, tetapi diproses dengan reaksi kimia seperti fermentasi, hidrolisis dan lain-lain agar dapat digunakan untuk membuat formulasi yang stabil.

Ketika kita membuat produk-produk berbahan dasar air, maka kita akan sering menggunakan bahan-bahan yang naturally-derived. Bahan-bahan yang naturally-derived termasuk emulsifier, pengawet, solubulizers.


Contoh bahan naturally-derived yang akan dibahas sekilas adalah Natural Solubulizer.


Apa sih Solubulizer?

Solubulizer adalah bahan yang untuk bisa mensobulize atau melarutkan minyak ke dalam air. Solubulizer selalu digunakan untuk melarutkan minyak atsiri ke dalam air.


Karena jarang ada natural solubulizer di pasaran, banyak yang akhirnya menggunakan Polysorbate sebagai solubulizer. Polysorbate sama sekali tidak alami karena mengandung polyethylene glycol (PEG).

Polysorbate diambil dari bahan alami (Sorbitol), tetapi diproses menggunakan ethylene oxide yang bisa menimbulkan kanker. Prosesnya ini menghasilkan Polysorbate yang tidak alami. Karena inilah maka bahan ini tidak digunakan oleh formulator yang mengkalim membuat natural skin care, apapun mazhabnya.

Kalau kita membaca kandungan sebuah produk, nama bahan yang ditulis adalah PEG-X atau Polysorbate-X, dimana X adalah angka.

Jarang ada di pasaran, bukannya tidak ada Natural Solubizer ya. Contoh Natural Solubulizer yang paling umum dipakai adalah Symbiosolv Clear Plus yang diformulasikan dari minyak kelapa dan gula fermentasi. Symbiosolv Clear Plus juga telah disertifikasi Ecocert.


3. NATURE-IDENTICAL

Maksudnya nature-identical adalah bahan-bahannya tidak diambil dari alam langsung, tetapi dibuat secara sintetis di lab tetapi memiliki struktur kimia yang sama persis dengan versi alamnya.


Contohnya adalah Citric Acid yang digunakan sebagai pH adjuster dalam formulasi kosmetik. Sebenarnya Citric Acid bisa diambil dari buah citrus (jeruk, lemon, dll) tetapi kebutuhan Citric Acid di dunia itu sangat besar. Tidak hanya utk di industri kosmetik tetapi juga di industri makanan.


Untuk memenuhi kebuthan besar itu, tidak mungkin kita mengupas ratusan juta jeruk/lemon hanya untuk mengambil Citric Acid-nya. Sebagian besar Citric Acid di pasaran memang sintetis, dan sulit (selain mahal) untuk mendapatkan Citric Acid yang naturally-derived.


Mazhab ketiga ini sebenarnya lebih mempertimbangkan faktor sustainability dari bahan-bahan alami tersebut. Daripada harus menanam jutaan pohon dan mengolah buah jeruk/lemonnya untuk mengambil Citric Acid-nya yang hanya sedikit, akan lebih masuk akal bila membuat sintetisnya.


Di sini perdebatan biasanya menjadi panas. Ada yang keukeuh ingin produknya seluruhnya harus murni alami atau yang diambil dari alam, tetapi ada juga merasa tidak apa-apa menggunakan yang Nature Identical karena faktor sustainability-nya.


Seringkali kita sebagai konsumen juga tidak bisa membedakan mana yang benar-benar alami dengan yang natural-identical karena secara stuktur molekul sama dan fungsi akhirnya pun sama saja. Untuk tahu yang sebenarnya bisa dilihat dari surat-surat sertifikasi CoA (Certificate of Analysis) atau hasil GC-MS (Gas Chromatography - Mass Spectrometry) untuk analisa bahan-bahan kimianya.


Contoh lain yang Nature Identical adalah Sorbic Acid, Benzyl Alkohol, Salycilic Acid dan termasuk juga pewangi sintetis.


Alia pribadi menolak menggunakan minyak atsiri atau essential oil yang sintetis. Walaupun minyak atsiri sintetis memiliki aroma yang mirip dengan yang asli, tetapi secara manfaat keseluruhan akan tetap lebih baik menggunakan yang asli. Walau begitu Natura Lova menggunakan Citric Acid untuk meregulasi pH pada formulasi produk tetapi dengan kadar yang sangat minim sekali.


4. Natural Mimic Synthentic

Ini kategori yang terbaru akibat kemajuan perkembangan tekonologi dan ilmu pengetahuan. Jadi banyak bahan-bahan sintetis yang berhasil diformulasikan di lab untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik. Nah yang membuat kategori ini sering diperdebatkan dengan panas adalah... bahan-bahan sintetis yang inovatif ini aslinya TIDAK ADA DI ALAM.

Salah satu contoh bahannya adalah Glycol.


Glycol digunakan sebagai solvent (pelarut), humectant (pelembab), dispersant (membantu proses penyebaran pigmen) yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri kosmetik selama beratus-ratus tahun. Glycol ini juga memiliki fungsi ganda sebagai pengawet.


Nah, karena semakin banyak orang-orang yang ingin membuat produk dengan bahan-bahan yang “alami”, akhirnya para ilmuwan membuat Natural Glycol yang diproses dari tebu dan jagung.


Kategori keempat ini menjadi menarik karena bahan-bahannya menggunakan bahan alam (tebu/jagung) tetapi diproses sedemikian rupa sehingga memiliki struktur kimia yang sama dengan yang sintetis (Glycol).


Ini menjadi perdebatan di komunitas natural skin care. Apakah kita mau menggunakan produk dengan bahan-bahan yang tidak ada di alam atau tidak? Ada yang merasa gak masalah karena toh akhirnya Natural Glycol dibuatnya dari tanaman, tetapi ada juga yang tidak mau karena struktur molekulnya sendiri tidak “alami”.


Kalau masih ragu, silakan cari produk-produk yang menggunakan bahan-bahan yang tersertifikasi alami atau organik. Tentu ini tidak perlu mutlak karena mahal sekali mendapatkan sertifikasi internasional. Kalau buat Alia pribadi, terutama saat membeli bahan baku lokal, adalah mengenal siapa produsen bahan bakunya. Dengan demikian bahan-bahan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan inilah yang menjadi dasar #ConsciousBeauty yang diusung Natura Lova.


SERTIFIKASI ALAMI


ECOCERT merupakan badan sertifikasi internasional untuk menjamin bahwa produk-produk diformulasikan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan juga berkesadaran sosial (sustainable).


ECOCERT mengeluarkan berbagai sertifikasi, salah satunya adalah COSMOS (COSMetic Organic and Natural Standard) CERTIFICATION. Ini merupakan sertifikasi organik dan alami untuk produk-product kosmetik di Eropa tetapi telah diakui secara global.


Untuk mendapatkan sertifikasi COSMOS:

  • Bahan yang ingin disertifikasi organik harus mengandung 95% tanaman organik.

  • Sebuah formulasi produk harus mengandung minimal 20% bahan-bahan organik.


MEMBACA KANDUNGAN BAHAN DALAM PRODUK

Jangan takut kalau kita kita membaca bahan2 sebuah produk, banyak yang menggunakan istilah-istilah kimia. Itu memang adalah sebuah keharusan untuk menuliskan nama INCI (International Nomenclature Cosmetic Ingredient) dari bahan-bahan yang kita gunakan. Ini bukan berarti bahan-bahan yang digunakan itu adalah bahan kimia yang sintetis semua. Nama INCI itu seperti nama latin dalam ilmu biology untuk mengkategorikan species.

Nah, misalkan kamu pengen mengecek “keamanan” atau “alami tidaknya” kandungan bahan di dalam sebuah produk. Gimana caranya?


GOOGLE!

Lakukan riset dengan google dan cari referensi dari berbagai artikel terpercaya. Bisa juga mengecek panduan EWG untuk mengetahui kardar karsigonek, level toxictiy (racun) dan kemungkinanh menimbulkan alergi. Tapi jangan hanya mengandalkan EWG ya, harus riset artikel2 lain juga.


APP SKIN BLISS

Ada juga aplikasi namanya SKIN BLISS. Kita bisa upload foto dari kandungan bahan-bahan di dalam produknya atau langsung menuliskan nama dari bahan-bahannya itu.

Nanti akan keluar hasilnya yang cukup komprehensif.


Sebagai contoh, yuk kita coba bedah bahan-bahan dalam produk SABUN SEGALA Natura Lova dengan SUKHA Mindful Pure Essential Oil Blend. Ini adalah Nourishing Top-To-Bottom Mild Wash yang bisa digunakan untuk sabun dan shampoo sekaligus dan aromanya merupakan favorit banyak orang, perempuan maupun laki-laki.



Coco Glucoside : surfaktan lembut yang dihasilkan dari reaksi kimia antara glukosa dan minyak kelapa

Disodium Cocoyl Glutamate : surfaktan lembut yang diperoleh dari asam amino dan minyak tetumbuhan (plant-derived palm kernel fatty acid). Ramah lingkungan dan juga bioedegradable.

Aqua Destilasi : Air murni

Cananga odorata Flower Hydrosol : Ylang-ylang Hidrosol

Aloe Barbadensis Leaf Juice : Aloe Vera Juice (berfungsi sebagai pelembab tambahan)

Hydrolized Wheat Protein : Diderived dari wheat germ yang kaya akan asam amino dan peptides. Bagus untuk melembabkan dan memperkuat akar rambut, juga melembutkan kulit.

D-Panthenol : Vitamin B5. Bagus untuk kulit dan rambut.

Glycerol : Vegetable Glycerine

Cyamopsis Tetragonoloba Gum : Guar Gum, yaitu bahan pangan dari tanaman guar, berfungsi sebagai pengental

Gluconolactone (and) Sodium Benzoat : Pengawet Geogard Ultra. Bersifat broad spectrum, tersertifikasi ECOCERT.

Citric Acid : Meregulasi pH formula agar bisa berada di kisaran 5-5,5. Penggunannya kurang dari 1% dari formulasi total

Citrus Aurantium Dulcis Peel Oil : Orange Essential Oil

Eugenia Caryophyllus Flower Oil : Clove Essential Oil

Nyctanthes Arbor-tristis Oil : Night-Flowering Jasmine (Harsingar atau bahasa Indonesianya adalah bunga Sri Gading) Essential Oil


Nah setelah tahu tentang definis alami, dari keempat mazhab ini kamu lebih cenderung memilih yang mana?

Ada pengikut mazhab skin care yang sangat Purists, jadi mereka menolak emulsifier, pengawet dan lain-lainnya ada di dalam produk-produk mereka. Jangan salah, banyak pengikut mazhab berhasil membuat produk-produk alami yang luar biasa. Tetapi kebanyakan memang adalah indie brand dengan skala kecil atau bersifat artisan.

Ada juga pengikut mazhab skin care yang lebih pragmatis. Karena mereka ingin membuat sebuah formulasi yang “canggih” dan lebih kompleks atau ingin jualan dalam skala besar, maka mau tidak mau harus menggunakan bahan2 yang naturally-derived, natural-identical ataupun yang Natural Mimic Synthetic.

Sebenarnya tidak ada masalah mau ikut mazhab yang mana dan tidak perlu diperdebatkan atau saling menjatuhkan mazhab lainnya. Silakan tulis kamu pilih mazhab mana di kolom komentar ya!


263 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page